Transformasi Strategis Pendidikan Tinggi Vokasi Kesehatan Swasta Di Indonesia: Tinjauan Manajemen Mutu Dan Kapabilitas Sumber Daya
Keywords:
Pendidikan Vokasi Kesehatan, Manajemen Perguruan Tinggi, TQM, RBV, Akreditasi LAM-PTKesAbstract
Keberadaan pendidikan tinggi vokasi kesehatan swasta di Indonesia menghadapi dualitas tantangan yang kompleks pada periode 2024-2025: satu sisi memegang peran dominan dalam penyediaan akses pendidikan, namun di sisi lain bergelut dengan isu saturasi lulusan dan ketatnya standar penjaminan mutu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika manajerial Perguruan Tinggi Swasta (PTS) kesehatan melalui perspektif Total Quality Management (TQM) dan Resource-Based View (RBV). Menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) yang diperkaya data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan dokumen kebijakan Kemendikbudristek, penelitian ini menemukan bahwa meskipun Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi meningkat, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) lulusan vokasi (Diploma) masih berada pada angka 4,83% dengan isu underemployment yang signifikan pada profesi perawat dan bidan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kepatuhan terhadap standar akreditasi LAM-PTKes dan Uji Kompetensi Nasional menjadi barrier to entry utama bagi keberlanjutan PTS. Artikel ini merekomendasikan reorientasi manajemen dari pendekatan supply-driven menjadi demand-driven melalui diferensiasi kurikulum berbasis kebutuhan pasar global, seperti keperawatan gerontik dan digitalisasi layanan pendidikan untuk menciptakan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan.