Implementasi Aroma Terapi Jahe pada Pasien yang Mengalami Neusea dengan Post Operasi Kolesistektomi di RS. Meilia Cibubur
Keywords:
Aromaterapi Jahe, Kolelitiasis, NauseaAbstract
Kolelitiasis merupakan material atau kristal tidak berbentuk yang terbentuk dalam kandung empedu. Komposisi dari kolelitiasis adalah campuran dari kolesterol, pigmen empedu, kalsium dan matriks inorganik. Lebih dari 70% batu saluran empedu adalah tipe batu pigmen, 15-20% tipe batu kolesterol. Prevalensi kolelitiasis di dunia sebesar 11,7%, berdasarkan Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas, 2018) menunjukkan bahwa prevalensi kolelitiasis pada dewasa sebesar 15,4%. Pasien kolelitiasis dapat mengalami komplikasi seperti asimtomatik, obstruksi duktus sistikus dan kolesistitis kronis. Aromaterapi jahe merupakan terapi nonfarmakologi yang dapat menurunkan mual dan muntah pasien post operasi kolesistektomi. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran pelaksanaan asuhan keperawatan pada pasien yang mengalami Nausea dengan Post Operasi Kolesistektomi. Jenis penelitian ini yaitu penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan intervensi. Berdasarkan implementasi yang dilakukan selama 3x 24 jam selama 15 menit untuk pasien ke 2 didapatkan hasil pada diagnosa keperawatan nausea teratasi, diukur menggunakan Rhodes Indeks Nausea Vomiting & Retching (RINVR) dengan skor awal 8 menurun menjadi 1. Kedua pasien mengalami peningkatan skor setelah diberikan aromaterapi jahe, yang mengindikasikan keberhasilan intervensi aromaterapi jahe dalam mengatasi masalah keperawatan yang berkaitan nausea. Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan, diharapkan penelitian ini dapat menjadi masukan bagi perawat mengenai efektivitas, SOP, indikasi dan kontraindikasi pelaksanaan Aromaterapi jahe pada pasien post operasi kolesistektomi dengan nausea di ruang rawat inap.