UPAYA PENINGKATAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN DENGAN GAGAL GINJAL KRONIK

Latar Belakang

Perkembangan dan pertumbuhan penduduk disertai dengan terjadinya perubahan perilaku hidup sehat, termasuk didalamnya adalah sebaran penyakit ginjal kronis. Secara medis, problem ginjal kronis bermakna irreversible, dengan demikian maka fungsi ginjal tidak akan kembali normal sebagaimana semula, tetapi yang dapat dilakukan adalah mempertahankan kinerja fungsi ginjal yang tersisa.*)

Metode perawatan yang dapat dilakukan bagi pasien dengan diagnose gagal ginjal kronis adalah hemodialysis, yang dikenal sebagai tindakan cuci darah. Hal ini dilakukan tidak untuk memulihkan atau menyembuhkan fungsi ginjal, tetapi mencegah terjadinya kematian. Pada pasien yang mendapatkan terapi dyalisis, maka tindakan terapi dilakukan sepanjang usia hidupnya.

Sesuai data yang dipublikasikan pada 7th Report of Indonesian Renal Registry, maka diketahui bahwa urutan penyebab gagal ginjal, berdasarkan hasil temuan dari pasien yang memperoleh tindakan hemodialysis tahun 2014, dikarenakan faktor Hipertensi (37%),Diabetes Mellitus atau Nefropati Diabetika (27%), kelainan bawaan atau Glomerulopati Primer (10%).

Dengan paparan tersebut, maka permasalahan penyebab terjadinya gagal ginjal dikarenakan hasil akumulasi faktor risiko atas gaya hidup pasien yang kurang sehat sebelumnya, hal ini yang menjadi penyebab utama timbulnya penyakit tidak menular.

Potensi penderita penyakit tidak menular tidak hanya pada orang dewasa, tetapi juga anak-anak dapat memiliki risiko penyakit ginjal,  maka menjadi penting untuk mendorong penerapan pola hidup sehat, serta melakukan deteksi dini pada penyakit tersebut.

Salah satu solusi yang dapat dilakukan, dengan berfokus pada pasien yang telah mendapatkan pelayanan kesehatan cuci darah pada institusi kesehatan, adalah dengan mengadakan integrasi kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kondisi kesehatan pasien, sehingga kualitas hidupnya juga akan semakin membaik.

Dalam hal ini, salah satu target sasaran kegiatan ini yang akan diberdayakan adalah keluarga pendamping pasien. Disadari bahwa peran keluarga pendamping pasien tidak hanya menjadi supporting bagi pasien hemodialysis, diharapkan sekaligus mampu bertindak secara proaktif untuk menjadi helper bagi kegiatan harian yang mendukung perbaikan kesehan fisik pasien ditepat tinggalnya.

Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan akan memadukan unsur promotif dan preventif melalui model edukasi, pelatihan bagi pendamping dan melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital termasuk diantaranya kontrol atas kondisi gula darah, kolesterol dan asam urat. Pelatihan dan pembinaan kepada keluarga pendamping pasien dapat diarahkan pada upaya peningkatan kesehatan seperti senam bagi pasien hemodialysis dengan faktor risiko diabetes dan hypertensi.

Dengan demikian, maka keseluruhan kegiatan yang dilangsungkan dapat meningkatkan kondisi kesehatan pasien, secara bersamaan memperbaiki kualitas kehidupan pasien tersebut. Aktifitas bersama, yang akan diselenggarakan antara pendamping pasien dan pasien didalam kumpulan komunitas, hal ini dimaksudkan agar terjadi interaksi langsung maupun tidak langsung guna membangun interaksi sosial yang mendorong terciptanya perbaikan kondisi non fisik, seperti timbulnya emosi positif dan kebahagiaan atas penerimaan dalam lingkungan komunitas.

Output program kreatifitas mahasiswa ini yang diharapkan dapat terjadi secara berkelanjutan adalah, mendorong partisipasi aktif keluarga pendamping pasien, sebagai pihak yang berinteraksi dalam durasi waktu yang panjang dengan pasien, untuk dapat mendorong proses perbaikan kondisi kesehatan dan kualitas hidup pasien hemodialysis, dengan penerapan berbagai instrumen yang disampaikan pada proses edukasi dan dalam interaksi sosial tersebut nantinya.

       Potret, Profil dan Kondisi Khalayak Sasaran.

Kondisi masyarakat dalam hal ini pasien dengan gagal ginjal kronik yang sering dilakukan haemodialisa di Unit Haemodialisa RS. Meilia Cibubur , semua pasiennya kehidupanya tergantung dengan tindakan haemodialisa, rata – rata pasien yang di lakukan haemodialisa 1 minggu 2 kali, dimana hemodialisa ini merupakan bentuk terapi pengganti pada pasien dengan kegagalan fungsi ginjal, pasien di Unit HD RS. Meilia Cibubur, kualitas hidupnya semua dibantu dengan bantuan mesin HD yang mengambil alih fungsi ginjal. Selain itu juga tanpa keluarga yang mendampingi pasien, maka pasien tersebut tidak dapat berbuat banyak terhadap kehidupan nya sehari-hari.

Sasaran kegiatan ini adalah keluarga dan pasien yang menderita gagal ginjal kronik dengan haemodialisa di RS. Meilia Cibubur yang frekuensi HD sebanyak 1 minggu 2kali. Pasien dan keluarga tidak tahu bagaimana cara nya memaksimalkan hidup yang berkualitas  dengan kondisi keterbatasan fisik akibat ketergantungan hemodialisa.

Kondisi dan Potensi Wilayah.

Potensi wilayah di Unit Hemodialisa RS. Meilia Cibubur untuk dijadikan tempat kegiatan ini sangat baik, karena program ini belum ada di Unit Hemodialisa RS. Meilia Cibubur, sehingga sangat besar dukungan dari manajemen RS. Meilia untuk terselenggaranya kegiatan ini dengan membina keluarga sebagai pendamping pasien serta pasien nya sendiri agar dapat menjadikan pasien Hemodialisa  hidupnya berkualitas.

 

Tujuan.

         a. Agar keluarga pendamping dan pasien dengan gagal ginjal kronik yang dila  -

             kukan hemodialisa dapat memahami proses penyakit dan perawatanya.

         b. Untuk memperbaiki cara/ strategi  keluarga  pendamping  dan  pasien  dalam

              meningkatkan kualitas hidup yang bermakna.

         c. Agar keluarga pendamping dan pasien dapat melakukan relaksasi nafas dalam

             dan relaksasi spiritual dengan baik serta melakukan senam sesuai dengan

             kemampuan pasien secara rutin.

 

Gambaran Umum

Sasaran kegiatan ini adalah masyarakat khususnya pasien dengan penyakit gagal ginjal kronik yang dilakukan hemodialisa 2 kali per minggu di Unit HD RS. Meilia Cibubur yang berjumlah 40 orang dan keluarga pendamping pasien berjumlah 40 orang juga.  Hasil observasi dengan pasien dan keluarga pendamping di Unit Hemodialisa RS. Meilia Cibubur bahwa rata – rata pasien dan keluarga pendamping tidak mengetahui bagaimana cara meningkatkan kualitas hidup pasien tesebut . Kebanyakan pasien dan keluarga mengatakan bahwa prosedur hemodialisa dapat menimbulkan perasaan ketidaknyamanan, meningkatkan stress dan mempengaruhi kualitas hidup pasien diantaranya kesehatan fisik, psikologis, spiritual, status social ekonomi dan dinamika keluarga. Pasien dapat mengalami gangguan dalam fungsi kognitif, adaptif dan sosialisasi. Kecemasan dan ketakutan pasien adalah reaksi umum terhadap strees penyakit, perasaan hilang kendali, bersalah dan frustasi juga turut berperan dalam reaksi emosional pasien. 

Dengan demikian program kreatifitas mahasiswa ini sangatlah berperan dalam meningkatkan kualitas hidup bagi pasien yang mengalami hemodialisa akibat penyakit gagal ginjal kronik.

 

TIM Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Akper Berkala Widya Husada

BERITA